Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2020

Cara Mengatasi Error Locale Failed Pada Ubuntu Server


Kali ini aku akan membuatkan mengenai error kecil pada server ubuntu. Error ini biasanya terjadi ketika kita melaksanakan update ubuntu server kita memakai perintah apt-get upgrade atau sehabis kita install aplikasi.  Erro ini biasa disebut dengan “Locale Failed”. Meskipun terjadi error menyerupai diatas, namun sistem tetap berjalan baiklah oke saja. Namun kadang dalam hati, gimana error ini dapat hilang ya.

Berikut ini salah satu tampilan errornya
langkah untuk memperbaiki sebagai berikut ini

Silakan edit file /.profile memakai edit nano.
Ketikkan 
cd
nano .profile
Tambahkan baris berikut ini dipaling bawah

export LANGUAGE=en_US.UTF-8
export LC_ALL=en_US.UTF-8
alhasil menyerupai gambar dibawah ini

Jika sudah ditambahkan, silakan keluar dari terminal dan lalu login kembali.

Saya sudah coba langkah-langkah tersebut dan berhasil menghilangkan error tersebut pada Ubuntu saya.

Selesai

Cara Mengatasi Error Locale Failed Pada Ubuntu Server


Kali ini aku akan membuatkan mengenai error kecil pada server ubuntu. Error ini biasanya terjadi ketika kita melaksanakan update ubuntu server kita memakai perintah apt-get upgrade atau sehabis kita install aplikasi.  Erro ini biasa disebut dengan “Locale Failed”. Meskipun terjadi error menyerupai diatas, namun sistem tetap berjalan baiklah oke saja. Namun kadang dalam hati, gimana error ini dapat hilang ya.

Berikut ini salah satu tampilan errornya
langkah untuk memperbaiki sebagai berikut ini

Silakan edit file /.profile memakai edit nano.
Ketikkan 
cd
nano .profile
Tambahkan baris berikut ini dipaling bawah

export LANGUAGE=en_US.UTF-8
export LC_ALL=en_US.UTF-8
alhasil menyerupai gambar dibawah ini

Jika sudah ditambahkan, silakan keluar dari terminal dan lalu login kembali.

Saya sudah coba langkah-langkah tersebut dan berhasil menghilangkan error tersebut pada Ubuntu saya.

Selesai

Senin, 23 Maret 2020

Cara Install Eprints 3 Pada Linux Ubuntu

Pada kesempatan kali ini saya akan shrae cara installasi eprints repository pada linux ubuntu. Pada installasi kali ini teman-teman dapat memakai VPS atau server dedicated, asal bukan Hosting alasannya ialah tidak support.

Langsung saja kini kita lakukan
Alat yang diperlukan:

1. VPS/VM/Dedicated Server
2. Linux Ubuntu 16.04 atau Ubuntu 18.04
3. Laptop terinstall Terminal / Putty


Langkah pertama masuk sebagai root:
sudo su
Kemudian masukkan password
Kemudian update repo pada linux yang digunakan, link repo dapat dilihat disini 
mv /etc/apt/source.list /etc/apt/source.list.bc
Kemudian
nano /etc/apt/source.list
isikan sesuai dengan repo pada link ini, pada kasus ini saya memakai ubuntu 16.04
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-backports main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-proposed main restricted universe multiverse
deb http://deb.eprints.org/stable ./
Kemudian tekan "ctrl+o"
Setelah itu jalankan script berikut
wget -O - http://deb.eprints.org/keyFile | apt-key add
Kemudian lakukan update dengan perintah
apt-get update
Kemudian Install Eprints 3
apt-get install eprints
Tunggu proses hingga selesai. bila meminta password, masukkan pasowrd dan dingingat baik-baik. Tampilan akibat kurang lebih menyerupai dibawah ini dan tanpa ada goresan pena error

Langkah selanjutnya ialah menciptakan user khusus eprints pada database mysql. Pada operating system Ubuntu versi 16.04 password pada dikala installasi eprint. Pada Versi Ubuntu 18.04 password root harus didefinisikan terlebih dahulu.
$ mysql –u root -p
$ use mysql;
$ ALTER USER 'root'@'localhost' IDENTIFIED WITH mysql_native_password BY 'new_password';
$ flush privileges;
$ CREATE USER 'eprints'@'localhost' IDENTIFIED by 'passwordku';
$ GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO 'eprints'@'localhost' WITH GRANT OPTION;
Untuk memulai eprints, maka perlu terlebih dahulu melaksanakan konfigurasi instalasi eprints. Langkah-langkah mengkonfigurasi dengan masuk sebagai user untuk mengoperaasikan eprints.
$ su eprints
-bash-4.1$ ./bin/epadmin create

Membuat EPrint Repository

Silakan pilih ID untuk repositori, yang akan dipakai untuk menciptakan direktori dan mengidentifikasi repositori. Huruf dan karakter kecil, mungkin tidak dimulai dengan angka. contoh: "unpkediri" atau "test3"

Archive ID? testrepo  

Creating initial files:
Installing: /usr/share/eprints/archives/testrepo/cfg
Installing: /usr/share/eprints/archives/testrepo/cfg/lang
[...]
Installing: /usr/share/eprints/archives/testrepo/cfg/workflows/eprint

Configure vital settings? [yes] ? 

Hostname? repository.unpkdr.ac.id

Webserver Port [80] ? 

Enter a single hash (#) when you're done.

Alias (enter # when done) [#] ? 
Redirect testprint.local to testprint [yes] ? 

Alias (enter # when done) [#] ? 

Path [/] ? 

HTTPS Hostname [] ? repository.unpkdr.ac.id

Administrator Email? repository@unpkdr.ac.id

Archive Name [Test Repository] ? Repository Universitas Nusantara PGRI Kediri

Write these core settings? [yes] ? 

Configure database? [yes] ? 

Configuring Database for: testrepo
Database Name [testrepo] ? 
MySQL Host [localhost] ? 

MySQL Port (# for no setting) [#] ? 
MySQL Socket (# for no setting) [#] ? 
Database User [testrepo] ? 
Database Password [nxxxxuAw] ? 
Database Engine [MyISAM] ? 

Write these database settings? [yes] ?  

Create database "testrepo" [yes] ? 
Database Superuser Username [root] ? 
Database Superuser Password? 
Create database tables? [yes] ? 

Create an initial user? [yes] ? 

Enter a username [admin] ?
Select a user type (user|editor|admin) [admin] ?    
Enter Password? 
Email? first.last@example.org

Do you want to build the static web pages? [yes] ? 

Do you want to import the LOC subjects? [yes] ? 

'Include' line) [yes] ? 


Ketika semua pertanyaa sudah akibat akan muncul tampilan menyerupai dibawah ini:

You must restart apache for any changes to take effect!

--------------------------------------------------------------------------
That seemed to more or less work...
--------------------------------------------------------------------------

Now make any required changes to the cfg files.

Note that changing the metadata configuration may require the database
tables to be regenerated. epadmin erase_data will regenerate the
eprints and documents tables only. erase_data will regenerate everything.
(nb. these also do erase the contents of the tables, and any uploaded
files).

Make sure that your main apache config file contains the line:

 Include /usr/share/eprints/cfg/apache.conf

Then stop and start your webserver:
Often:
 /etc/rc.d/init.d/httpd stop
 /etc/rc.d/init.d/httpd start
(or maybe /usr/local/apache/bin/apachectl stop & start)

And then try connecting to your repository.
--------------------------------------------------------------------------

Don't forget to register your repository at http://roar.eprints.org/

-bash-4.1$

Installasi EPrints telah akibat tampilan menyerupai berikut:

Jika ada pertanyaan atau butuh jasa bidang EPrints dapat kontak melalui email: cipto@kuliahkomputer.com

Cara Install Eprints 3 Pada Linux Ubuntu

Pada kesempatan kali ini saya akan shrae cara installasi eprints repository pada linux ubuntu. Pada installasi kali ini teman-teman dapat memakai VPS atau server dedicated, asal bukan Hosting alasannya ialah tidak support.

Langsung saja kini kita lakukan
Alat yang diperlukan:

1. VPS/VM/Dedicated Server
2. Linux Ubuntu 16.04 atau Ubuntu 18.04
3. Laptop terinstall Terminal / Putty


Langkah pertama masuk sebagai root:
sudo su
Kemudian masukkan password
Kemudian update repo pada linux yang digunakan, link repo dapat dilihat disini 
mv /etc/apt/source.list /etc/apt/source.list.bc
Kemudian
nano /etc/apt/source.list
isikan sesuai dengan repo pada link ini, pada kasus ini saya memakai ubuntu 16.04
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-backports main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-proposed main restricted universe multiverse
deb http://deb.eprints.org/stable ./
Kemudian tekan "ctrl+o"
Setelah itu jalankan script berikut
wget -O - http://deb.eprints.org/keyFile | apt-key add
Kemudian lakukan update dengan perintah
apt-get update
Kemudian Install Eprints 3
apt-get install eprints
Tunggu proses hingga selesai. bila meminta password, masukkan pasowrd dan dingingat baik-baik. Tampilan akibat kurang lebih menyerupai dibawah ini dan tanpa ada goresan pena error

Langkah selanjutnya ialah menciptakan user khusus eprints pada database mysql. Pada operating system Ubuntu versi 16.04 password pada dikala installasi eprint. Pada Versi Ubuntu 18.04 password root harus didefinisikan terlebih dahulu.
$ mysql –u root -p
$ use mysql;
$ ALTER USER 'root'@'localhost' IDENTIFIED WITH mysql_native_password BY 'new_password';
$ flush privileges;
$ CREATE USER 'eprints'@'localhost' IDENTIFIED by 'passwordku';
$ GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO 'eprints'@'localhost' WITH GRANT OPTION;
Untuk memulai eprints, maka perlu terlebih dahulu melaksanakan konfigurasi instalasi eprints. Langkah-langkah mengkonfigurasi dengan masuk sebagai user untuk mengoperaasikan eprints.
$ su eprints
-bash-4.1$ ./bin/epadmin create

Membuat EPrint Repository

Silakan pilih ID untuk repositori, yang akan dipakai untuk menciptakan direktori dan mengidentifikasi repositori. Huruf dan karakter kecil, mungkin tidak dimulai dengan angka. contoh: "unpkediri" atau "test3"

Archive ID? testrepo  

Creating initial files:
Installing: /usr/share/eprints/archives/testrepo/cfg
Installing: /usr/share/eprints/archives/testrepo/cfg/lang
[...]
Installing: /usr/share/eprints/archives/testrepo/cfg/workflows/eprint

Configure vital settings? [yes] ? 

Hostname? repository.unpkdr.ac.id

Webserver Port [80] ? 

Enter a single hash (#) when you're done.

Alias (enter # when done) [#] ? 
Redirect testprint.local to testprint [yes] ? 

Alias (enter # when done) [#] ? 

Path [/] ? 

HTTPS Hostname [] ? repository.unpkdr.ac.id

Administrator Email? repository@unpkdr.ac.id

Archive Name [Test Repository] ? Repository Universitas Nusantara PGRI Kediri

Write these core settings? [yes] ? 

Configure database? [yes] ? 

Configuring Database for: testrepo
Database Name [testrepo] ? 
MySQL Host [localhost] ? 

MySQL Port (# for no setting) [#] ? 
MySQL Socket (# for no setting) [#] ? 
Database User [testrepo] ? 
Database Password [nxxxxuAw] ? 
Database Engine [MyISAM] ? 

Write these database settings? [yes] ?  

Create database "testrepo" [yes] ? 
Database Superuser Username [root] ? 
Database Superuser Password? 
Create database tables? [yes] ? 

Create an initial user? [yes] ? 

Enter a username [admin] ?
Select a user type (user|editor|admin) [admin] ?    
Enter Password? 
Email? first.last@example.org

Do you want to build the static web pages? [yes] ? 

Do you want to import the LOC subjects? [yes] ? 

'Include' line) [yes] ? 


Ketika semua pertanyaa sudah akibat akan muncul tampilan menyerupai dibawah ini:

You must restart apache for any changes to take effect!

--------------------------------------------------------------------------
That seemed to more or less work...
--------------------------------------------------------------------------

Now make any required changes to the cfg files.

Note that changing the metadata configuration may require the database
tables to be regenerated. epadmin erase_data will regenerate the
eprints and documents tables only. erase_data will regenerate everything.
(nb. these also do erase the contents of the tables, and any uploaded
files).

Make sure that your main apache config file contains the line:

 Include /usr/share/eprints/cfg/apache.conf

Then stop and start your webserver:
Often:
 /etc/rc.d/init.d/httpd stop
 /etc/rc.d/init.d/httpd start
(or maybe /usr/local/apache/bin/apachectl stop & start)

And then try connecting to your repository.
--------------------------------------------------------------------------

Don't forget to register your repository at http://roar.eprints.org/

-bash-4.1$

Installasi EPrints telah akibat tampilan menyerupai berikut:

Jika ada pertanyaan atau butuh jasa bidang EPrints dapat kontak melalui email: cipto@kuliahkomputer.com

Minggu, 22 Desember 2019

Cara Mempersingkat Pathname (Prompt Baris Perintah) Pada Terminal Ubuntu Linux


Bagi pengguna linux turunan ubuntu ibarat ubuntu 16.04 yang saya gunakan, ada beberapa hal yang cukup menciptakan kita ribet dengan pathname pada mode text atau terminal. Terdapat dua jenis pathname pada mode text linux, kebanyakan ubuntu memakai model absolute path.

Perintah cd mengubah direktori ketika ini ketika nama direktori disediakan oleh pengguna, beberapa perintah lain sanggup dilihat di https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu. Nama yang muncul ketika memakai pathname absolut (mis. cd /home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html) dan bila memakai pathname relatif  maka akan muncul ibarat (mis. public_html/).

Kita sanggup merubah default pada pathname, caranya sebagai berikut:

Kondisi awal ibarat berikut:
root@srvc:/home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html# 
Hasil yang diinginkan ibarat berikut:
[root@srvc public_html]$
Terdapat dua langkah untuk mengganti sebagai berikut:
Hal yang pertama dilakukan kita buka terminal.
Langkah untuk mengganti secara sementara ketikkan aba-aba dibawah ini pada terminal:
PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
Kemudian tekan "enter".

Hasilnya sebagai berikut:

Langkah mengganti secara permanen lakukan perintah dibawah ini:

Buka konfigurasinya pada direktori home user  /.bashrc.
Buka dengan erintah
nano   /.bashrc
Cari konfigurasi berikut:


if [ "$color_prompt" = yes ]; then
#    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\[\033[01;32m\]\u@\h\[\033[00m\]:\[\033[01;34$
    PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
else
    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\u@\h:\w\$ '
fi

Ikuti pada tampilan diatas, kemudilan simpan konfigurasi dengan menekan ctrl+o.

Selesai.

Cara Mempersingkat Pathname (Prompt Baris Perintah) Pada Terminal Ubuntu Linux


Bagi pengguna linux turunan ubuntu ibarat ubuntu 16.04 yang saya gunakan, ada beberapa hal yang cukup menciptakan kita ribet dengan pathname pada mode text atau terminal. Terdapat dua jenis pathname pada mode text linux, kebanyakan ubuntu memakai model absolute path.

Perintah cd mengubah direktori ketika ini ketika nama direktori disediakan oleh pengguna, beberapa perintah lain sanggup dilihat di https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu. Nama yang muncul ketika memakai pathname absolut (mis. cd /home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html) dan bila memakai pathname relatif  maka akan muncul ibarat (mis. public_html/).

Kita sanggup merubah default pada pathname, caranya sebagai berikut:

Kondisi awal ibarat berikut:
root@srvc:/home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html# 
Hasil yang diinginkan ibarat berikut:
[root@srvc public_html]$
Terdapat dua langkah untuk mengganti sebagai berikut:
Hal yang pertama dilakukan kita buka terminal.
Langkah untuk mengganti secara sementara ketikkan aba-aba dibawah ini pada terminal:
PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
Kemudian tekan "enter".

Hasilnya sebagai berikut:

Langkah mengganti secara permanen lakukan perintah dibawah ini:

Buka konfigurasinya pada direktori home user  /.bashrc.
Buka dengan erintah
nano   /.bashrc
Cari konfigurasi berikut:


if [ "$color_prompt" = yes ]; then
#    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\[\033[01;32m\]\u@\h\[\033[00m\]:\[\033[01;34$
    PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
else
    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\u@\h:\w\$ '
fi

Ikuti pada tampilan diatas, kemudilan simpan konfigurasi dengan menekan ctrl+o.

Selesai.

Minggu, 08 Desember 2019

Cara Mengetahui Ukuran File Dan Folder Linux Ubuntu


Mode text linux merupakan mode yang powerfull. Bagi pengguna pemula ketika masuk pada mode text mengkin sedikit kebingungan sebab sedikit perinah dasar linux yang masih dikuasai. Jika ingin memahami beberapa perintah dasar silahkan menuju ke halaman berikut https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu.

Sekarang kita pelajari dengan perintah awal yakni mengecek kapasitas harddisk kita dengan perintah :
$ df -h
Hasil perintah tersebut menyerupai berikut:

Pada tampilan diatas muncul kapasitas setiap partisi derektori pola partisi "/" dengan ukuran sebesar 70G partisi dipakai sebesar 23%.

Perintah selanjutnya untuk mengecek kapasitas folder dengan perintah
$ du -sh [nama folder] atau $ du -ch [nama folder] | grep total
Hasil perintah sebagai berikut
Pada tampilan diatas akan muncul kapasitas folder Mega sebesar 22G. Perintah du -ch juga sanggup dipakai untuk mengetahui kapasitas seluruh file yang ada dalam sebuah folder dengan memakai perintah 
$ du -ch [nama folder]
Perintah lain untuk mengetahui besar file dengan perintah berikut:
$ ls -lh [nama folder] atau $ ls -lh [nama file]
Pata tampilan diatas dengan perintah ls -lh dengan obyek folder makan akan muncul seluruh isi file beserta warta bersaran ukuran file tersebut, namun kalau sasaran file maka warta ukuran file muncul hanya file tersebut.

Semoga bermanfaat

Cara Mengetahui Ukuran File Dan Folder Linux Ubuntu


Mode text linux merupakan mode yang powerfull. Bagi pengguna pemula ketika masuk pada mode text mengkin sedikit kebingungan sebab sedikit perinah dasar linux yang masih dikuasai. Jika ingin memahami beberapa perintah dasar silahkan menuju ke halaman berikut https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu.

Sekarang kita pelajari dengan perintah awal yakni mengecek kapasitas harddisk kita dengan perintah :
$ df -h
Hasil perintah tersebut menyerupai berikut:

Pada tampilan diatas muncul kapasitas setiap partisi derektori pola partisi "/" dengan ukuran sebesar 70G partisi dipakai sebesar 23%.

Perintah selanjutnya untuk mengecek kapasitas folder dengan perintah
$ du -sh [nama folder] atau $ du -ch [nama folder] | grep total
Hasil perintah sebagai berikut
Pada tampilan diatas akan muncul kapasitas folder Mega sebesar 22G. Perintah du -ch juga sanggup dipakai untuk mengetahui kapasitas seluruh file yang ada dalam sebuah folder dengan memakai perintah 
$ du -ch [nama folder]
Perintah lain untuk mengetahui besar file dengan perintah berikut:
$ ls -lh [nama folder] atau $ ls -lh [nama file]
Pata tampilan diatas dengan perintah ls -lh dengan obyek folder makan akan muncul seluruh isi file beserta warta bersaran ukuran file tersebut, namun kalau sasaran file maka warta ukuran file muncul hanya file tersebut.

Semoga bermanfaat

Minggu, 17 November 2019

Cara Install Anaconda Pada Linux Ubuntu


Anaconda merupakan aplikasi Distribusi open-source, dengan aplikasi ini kita dimudahkan untuk melaksanakan sains data Python / R dan pembelajaran mesin di Linux, Windows, dan Mac OS X. Ananconda sudah menjangkau lebih dari 15 juta pengguna di seluruh dunia, ini yaitu standar industri untuk pengembangan, pengujian, dan training ihwal mesin tunggal, memungkinkan para ilmuwan data individu untuk:

Cepat mengunduh 1.500+ paket sains data Python / R
Kelola perpustakaan, dependensi, dan lingkungan dengan Conda
Mengembangkan dan melatih model pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam dengan scikit-learning, TensorFlow, dan Theano
Menganalisis data dengan skalabilitas dan kinerja dengan Dask, NumPy, panda, dan Numba
Visualisasikan hasil dengan Matplotlib, Bokeh, Datashader, dan Holoviews

Langkah untuk installasi dengan megunduh aplikasi pada link berikut

Pilih sesuai dengan kebutuhan, versi 2 atau versi 3. 
Copy atau Move aplikasi ke direktory tmp dengan perintah
cp Anaconda3-2019.10-Linux-x86_64.sh /tmp/


Kemudian installasi, sebelumnya lakukan perintah chmod +x.
Perintah chmod +x dipakai biar file anaconda sanggup dieksekusi. 

Lakukan perintah sebagai berikut:
sudo chmod +x Anaconda3-2019.10-Linux-x86_64.sh
Langkah selanjutnya sanksi installasi dengan perintah berikut:
./Anaconda3-2019.10-Linux-x86_64.sh
Pada saati instalasi akan menampilkan lisensi agreement  "Untuk melanjutkan proses instalasi, tinjau perjanjian lisensi." Klik Enter untuk melihat persyaratan lisensi. Tekan enter untuk melanjutkan ke bab bawah ketentuan lisensi dan masukkan "yes" untuk menyetujui.


Pada ketika installasi akan meminta Anda untuk mengklik Enter untuk mendapatkan lokasi pemasangan secara default biasanya letaknya pada /home/namauser/anaconda. 
Tunggulah proses ini hingga selesai. 
Ketika proses akibat dan menampilkan “Terima kasih telah menginstal Anaconda
Setelah instalasi selesai, verifikasi dengan membuka Anaconda Navigator, kegiatan yang disertakan dengan Anaconda: Buka jendela Terminal dan ketik anaconda-navigator. Jika Navigator terbuka, Anda telah berhasil menginstal Anaconda.

Cara mengaktifkan anaconda pada terminal dengan perintah berikut:
 conda config --set auto_activate_base True
Sebaliknya untuk menonaktifkan dengan perintah:
 conda config --set auto_activate_base False
Jalankan Anaconda dengan perintah 
anaconda-navigator

 Tampilannya sebagai berikut:

Selesai

Semoga bermanfaat. 

Cara Install Anaconda Pada Linux Ubuntu


Anaconda merupakan aplikasi Distribusi open-source, dengan aplikasi ini kita dimudahkan untuk melaksanakan sains data Python / R dan pembelajaran mesin di Linux, Windows, dan Mac OS X. Ananconda sudah menjangkau lebih dari 15 juta pengguna di seluruh dunia, ini yaitu standar industri untuk pengembangan, pengujian, dan training ihwal mesin tunggal, memungkinkan para ilmuwan data individu untuk:

Cepat mengunduh 1.500+ paket sains data Python / R
Kelola perpustakaan, dependensi, dan lingkungan dengan Conda
Mengembangkan dan melatih model pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam dengan scikit-learning, TensorFlow, dan Theano
Menganalisis data dengan skalabilitas dan kinerja dengan Dask, NumPy, panda, dan Numba
Visualisasikan hasil dengan Matplotlib, Bokeh, Datashader, dan Holoviews

Langkah untuk installasi dengan megunduh aplikasi pada link berikut

Pilih sesuai dengan kebutuhan, versi 2 atau versi 3. 
Copy atau Move aplikasi ke direktory tmp dengan perintah
cp Anaconda3-2019.10-Linux-x86_64.sh /tmp/


Kemudian installasi, sebelumnya lakukan perintah chmod +x.
Perintah chmod +x dipakai biar file anaconda sanggup dieksekusi. 

Lakukan perintah sebagai berikut:
sudo chmod +x Anaconda3-2019.10-Linux-x86_64.sh
Langkah selanjutnya sanksi installasi dengan perintah berikut:
./Anaconda3-2019.10-Linux-x86_64.sh
Pada saati instalasi akan menampilkan lisensi agreement  "Untuk melanjutkan proses instalasi, tinjau perjanjian lisensi." Klik Enter untuk melihat persyaratan lisensi. Tekan enter untuk melanjutkan ke bab bawah ketentuan lisensi dan masukkan "yes" untuk menyetujui.


Pada ketika installasi akan meminta Anda untuk mengklik Enter untuk mendapatkan lokasi pemasangan secara default biasanya letaknya pada /home/namauser/anaconda. 
Tunggulah proses ini hingga selesai. 
Ketika proses akibat dan menampilkan “Terima kasih telah menginstal Anaconda
Setelah instalasi selesai, verifikasi dengan membuka Anaconda Navigator, kegiatan yang disertakan dengan Anaconda: Buka jendela Terminal dan ketik anaconda-navigator. Jika Navigator terbuka, Anda telah berhasil menginstal Anaconda.

Cara mengaktifkan anaconda pada terminal dengan perintah berikut:
 conda config --set auto_activate_base True
Sebaliknya untuk menonaktifkan dengan perintah:
 conda config --set auto_activate_base False
Jalankan Anaconda dengan perintah 
anaconda-navigator

 Tampilannya sebagai berikut:

Selesai

Semoga bermanfaat.