Tampilkan postingan dengan label linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label linux. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2020

Cara Mengatasi Error Locale Failed Pada Ubuntu Server


Kali ini aku akan membuatkan mengenai error kecil pada server ubuntu. Error ini biasanya terjadi ketika kita melaksanakan update ubuntu server kita memakai perintah apt-get upgrade atau sehabis kita install aplikasi.  Erro ini biasa disebut dengan “Locale Failed”. Meskipun terjadi error menyerupai diatas, namun sistem tetap berjalan baiklah oke saja. Namun kadang dalam hati, gimana error ini dapat hilang ya.

Berikut ini salah satu tampilan errornya
langkah untuk memperbaiki sebagai berikut ini

Silakan edit file /.profile memakai edit nano.
Ketikkan 
cd
nano .profile
Tambahkan baris berikut ini dipaling bawah

export LANGUAGE=en_US.UTF-8
export LC_ALL=en_US.UTF-8
alhasil menyerupai gambar dibawah ini

Jika sudah ditambahkan, silakan keluar dari terminal dan lalu login kembali.

Saya sudah coba langkah-langkah tersebut dan berhasil menghilangkan error tersebut pada Ubuntu saya.

Selesai

Cara Mengatasi Error Locale Failed Pada Ubuntu Server


Kali ini aku akan membuatkan mengenai error kecil pada server ubuntu. Error ini biasanya terjadi ketika kita melaksanakan update ubuntu server kita memakai perintah apt-get upgrade atau sehabis kita install aplikasi.  Erro ini biasa disebut dengan “Locale Failed”. Meskipun terjadi error menyerupai diatas, namun sistem tetap berjalan baiklah oke saja. Namun kadang dalam hati, gimana error ini dapat hilang ya.

Berikut ini salah satu tampilan errornya
langkah untuk memperbaiki sebagai berikut ini

Silakan edit file /.profile memakai edit nano.
Ketikkan 
cd
nano .profile
Tambahkan baris berikut ini dipaling bawah

export LANGUAGE=en_US.UTF-8
export LC_ALL=en_US.UTF-8
alhasil menyerupai gambar dibawah ini

Jika sudah ditambahkan, silakan keluar dari terminal dan lalu login kembali.

Saya sudah coba langkah-langkah tersebut dan berhasil menghilangkan error tersebut pada Ubuntu saya.

Selesai

Minggu, 22 Desember 2019

Memperbaiki Edit Pada Shutter Ubuntu 18.04


Ketika upgrade pada ubuntu 18.04 dengan memakai elementary os 5 aku melaksanakan installasi aplikasi untuk screenshot faforit yaitu Shutter. Pada dikala itu aku menemukan bahwa tombol Edit berwarna abu-abu. Tombol abu-abu membuktikan bahwa fitur edit tidak aktif. Lalu bagaimana cara mengaktifkan kembali fitur pengeditan di Shutter?.

Untuk mengaktifkan kembali opsi "Edit", Shutter memerlukan libgoo-canvas-perl library yang tidak tersedia di arsip utama Ubuntu 18.04. Sebagai solusinya, Anda dapat mengambil paket, serta dependensi, dari repositori Ubuntu 17.10.

Dan di sini yakni tautan ke paket yang perlu Anda instal (64-bit saja semenjak Ubuntu 18.04 turun 32-bit):

1. Unduh dan klik dua kali untuk menginstal paket libgoocanvas-common:

libgoocanvas-common

2. Unduh dan instal paket libgoocanvas3:

libgoocanvas3

Baik memakai penginstal paket Gdebi (tersedia di Perangkat Lunak Ubuntu) atau menjalankan perintah di terminal (tekan Ctrl + Alt + T) untuk menginstal paket:
sudo dpkg -i / Downloads / libgoocanvas3_1.0.0-1_amd64.deb; sudo apt-get -f install
3. Langkah terakhir download & install libgoo-canvas-perl package:

libgoo-canvas-perl

Juga instal paket melalui Gdebi atau perintah terminal, sebab Perangkat Lunak Ubuntu tidak menuntaskan dependensi secara otomatis:
sudo dpkg -i /Downloads/libgoo-canvas-perl_0.06-2ubuntu3_amd64.deb; sudo apt-get -f install
 Untuk menerapkan perubahan, matikan proses Shutter atau nyalakan kembali komputer Anda!

Download file disini

Password

Selesai.

Memperbaiki Edit Pada Shutter Ubuntu 18.04


Ketika upgrade pada ubuntu 18.04 dengan memakai elementary os 5 aku melaksanakan installasi aplikasi untuk screenshot faforit yaitu Shutter. Pada dikala itu aku menemukan bahwa tombol Edit berwarna abu-abu. Tombol abu-abu membuktikan bahwa fitur edit tidak aktif. Lalu bagaimana cara mengaktifkan kembali fitur pengeditan di Shutter?.

Untuk mengaktifkan kembali opsi "Edit", Shutter memerlukan libgoo-canvas-perl library yang tidak tersedia di arsip utama Ubuntu 18.04. Sebagai solusinya, Anda dapat mengambil paket, serta dependensi, dari repositori Ubuntu 17.10.

Dan di sini yakni tautan ke paket yang perlu Anda instal (64-bit saja semenjak Ubuntu 18.04 turun 32-bit):

1. Unduh dan klik dua kali untuk menginstal paket libgoocanvas-common:

libgoocanvas-common

2. Unduh dan instal paket libgoocanvas3:

libgoocanvas3

Baik memakai penginstal paket Gdebi (tersedia di Perangkat Lunak Ubuntu) atau menjalankan perintah di terminal (tekan Ctrl + Alt + T) untuk menginstal paket:
sudo dpkg -i / Downloads / libgoocanvas3_1.0.0-1_amd64.deb; sudo apt-get -f install
3. Langkah terakhir download & install libgoo-canvas-perl package:

libgoo-canvas-perl

Juga instal paket melalui Gdebi atau perintah terminal, sebab Perangkat Lunak Ubuntu tidak menuntaskan dependensi secara otomatis:
sudo dpkg -i /Downloads/libgoo-canvas-perl_0.06-2ubuntu3_amd64.deb; sudo apt-get -f install
 Untuk menerapkan perubahan, matikan proses Shutter atau nyalakan kembali komputer Anda!

Download file disini

Password

Selesai.

Cara Mempersingkat Pathname (Prompt Baris Perintah) Pada Terminal Ubuntu Linux


Bagi pengguna linux turunan ubuntu ibarat ubuntu 16.04 yang saya gunakan, ada beberapa hal yang cukup menciptakan kita ribet dengan pathname pada mode text atau terminal. Terdapat dua jenis pathname pada mode text linux, kebanyakan ubuntu memakai model absolute path.

Perintah cd mengubah direktori ketika ini ketika nama direktori disediakan oleh pengguna, beberapa perintah lain sanggup dilihat di https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu. Nama yang muncul ketika memakai pathname absolut (mis. cd /home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html) dan bila memakai pathname relatif  maka akan muncul ibarat (mis. public_html/).

Kita sanggup merubah default pada pathname, caranya sebagai berikut:

Kondisi awal ibarat berikut:
root@srvc:/home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html# 
Hasil yang diinginkan ibarat berikut:
[root@srvc public_html]$
Terdapat dua langkah untuk mengganti sebagai berikut:
Hal yang pertama dilakukan kita buka terminal.
Langkah untuk mengganti secara sementara ketikkan aba-aba dibawah ini pada terminal:
PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
Kemudian tekan "enter".

Hasilnya sebagai berikut:

Langkah mengganti secara permanen lakukan perintah dibawah ini:

Buka konfigurasinya pada direktori home user  /.bashrc.
Buka dengan erintah
nano   /.bashrc
Cari konfigurasi berikut:


if [ "$color_prompt" = yes ]; then
#    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\[\033[01;32m\]\u@\h\[\033[00m\]:\[\033[01;34$
    PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
else
    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\u@\h:\w\$ '
fi

Ikuti pada tampilan diatas, kemudilan simpan konfigurasi dengan menekan ctrl+o.

Selesai.

Cara Mempersingkat Pathname (Prompt Baris Perintah) Pada Terminal Ubuntu Linux


Bagi pengguna linux turunan ubuntu ibarat ubuntu 16.04 yang saya gunakan, ada beberapa hal yang cukup menciptakan kita ribet dengan pathname pada mode text atau terminal. Terdapat dua jenis pathname pada mode text linux, kebanyakan ubuntu memakai model absolute path.

Perintah cd mengubah direktori ketika ini ketika nama direktori disediakan oleh pengguna, beberapa perintah lain sanggup dilihat di https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu. Nama yang muncul ketika memakai pathname absolut (mis. cd /home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html) dan bila memakai pathname relatif  maka akan muncul ibarat (mis. public_html/).

Kita sanggup merubah default pada pathname, caranya sebagai berikut:

Kondisi awal ibarat berikut:
root@srvc:/home/kuliahkomputer/web/kuliahkomputer.com/public_html# 
Hasil yang diinginkan ibarat berikut:
[root@srvc public_html]$
Terdapat dua langkah untuk mengganti sebagai berikut:
Hal yang pertama dilakukan kita buka terminal.
Langkah untuk mengganti secara sementara ketikkan aba-aba dibawah ini pada terminal:
PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
Kemudian tekan "enter".

Hasilnya sebagai berikut:

Langkah mengganti secara permanen lakukan perintah dibawah ini:

Buka konfigurasinya pada direktori home user  /.bashrc.
Buka dengan erintah
nano   /.bashrc
Cari konfigurasi berikut:


if [ "$color_prompt" = yes ]; then
#    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\[\033[01;32m\]\u@\h\[\033[00m\]:\[\033[01;34$
    PS1='\[\033[01;32m\][\u@\h \[\033[01;34m\]\W\[\033[01;32m\]]\[\033[00m\]\$ '
else
    PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\u@\h:\w\$ '
fi

Ikuti pada tampilan diatas, kemudilan simpan konfigurasi dengan menekan ctrl+o.

Selesai.

Minggu, 08 Desember 2019

Cara Mengetahui Ukuran File Dan Folder Linux Ubuntu


Mode text linux merupakan mode yang powerfull. Bagi pengguna pemula ketika masuk pada mode text mengkin sedikit kebingungan sebab sedikit perinah dasar linux yang masih dikuasai. Jika ingin memahami beberapa perintah dasar silahkan menuju ke halaman berikut https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu.

Sekarang kita pelajari dengan perintah awal yakni mengecek kapasitas harddisk kita dengan perintah :
$ df -h
Hasil perintah tersebut menyerupai berikut:

Pada tampilan diatas muncul kapasitas setiap partisi derektori pola partisi "/" dengan ukuran sebesar 70G partisi dipakai sebesar 23%.

Perintah selanjutnya untuk mengecek kapasitas folder dengan perintah
$ du -sh [nama folder] atau $ du -ch [nama folder] | grep total
Hasil perintah sebagai berikut
Pada tampilan diatas akan muncul kapasitas folder Mega sebesar 22G. Perintah du -ch juga sanggup dipakai untuk mengetahui kapasitas seluruh file yang ada dalam sebuah folder dengan memakai perintah 
$ du -ch [nama folder]
Perintah lain untuk mengetahui besar file dengan perintah berikut:
$ ls -lh [nama folder] atau $ ls -lh [nama file]
Pata tampilan diatas dengan perintah ls -lh dengan obyek folder makan akan muncul seluruh isi file beserta warta bersaran ukuran file tersebut, namun kalau sasaran file maka warta ukuran file muncul hanya file tersebut.

Semoga bermanfaat

Cara Mengetahui Ukuran File Dan Folder Linux Ubuntu


Mode text linux merupakan mode yang powerfull. Bagi pengguna pemula ketika masuk pada mode text mengkin sedikit kebingungan sebab sedikit perinah dasar linux yang masih dikuasai. Jika ingin memahami beberapa perintah dasar silahkan menuju ke halaman berikut https://7faktakomputer.blogspot.com//search?q=perintah-dasar-linux-ubuntu.

Sekarang kita pelajari dengan perintah awal yakni mengecek kapasitas harddisk kita dengan perintah :
$ df -h
Hasil perintah tersebut menyerupai berikut:

Pada tampilan diatas muncul kapasitas setiap partisi derektori pola partisi "/" dengan ukuran sebesar 70G partisi dipakai sebesar 23%.

Perintah selanjutnya untuk mengecek kapasitas folder dengan perintah
$ du -sh [nama folder] atau $ du -ch [nama folder] | grep total
Hasil perintah sebagai berikut
Pada tampilan diatas akan muncul kapasitas folder Mega sebesar 22G. Perintah du -ch juga sanggup dipakai untuk mengetahui kapasitas seluruh file yang ada dalam sebuah folder dengan memakai perintah 
$ du -ch [nama folder]
Perintah lain untuk mengetahui besar file dengan perintah berikut:
$ ls -lh [nama folder] atau $ ls -lh [nama file]
Pata tampilan diatas dengan perintah ls -lh dengan obyek folder makan akan muncul seluruh isi file beserta warta bersaran ukuran file tersebut, namun kalau sasaran file maka warta ukuran file muncul hanya file tersebut.

Semoga bermanfaat

Minggu, 24 November 2019

Mengatasi Field Ssl Certificate, Ssl Key Can Not Be Blank.

Let’s Encrypt yakni Otoritas Sertifikasi yang gratis, terotomatisasi, dan terbuka. Produk ini  memakai protokol ACME (Automatic Certificate Management Environment ) untuk menunjukkan layanan free TLS/SSL certificates kepada klien yang sesuai. Sertifikat-sertifikat ini sanggup digunakan untuk meng-encrypt komunikasi antara server web dengan pengguna.

Penggunaan LEt's Encrypt terbatas hanya 3 bulan, dan sanggup diperpanjang terus menerus. Seperti pada tampilan dibawah ini:

Pada VestaCP kita sanggup memakai kemudahan gratis untuk SSL ini. SSL ini akan otomatis terupdate sehingga kita sanggup memakai terus menerus tanpa mengupdate secara manual. Fitur ini sangat memudahkan kita untuk pelengkap keamanan website.

VestaCP tidak akan berfungsi saat ada domain yang tidak aktif, hal ini terkadang akan berdampak ke domain yang lainnya.
Ketika kita menerima email ibarat diatas kita harus mengecek domain yang lainnya.
Masalah yang sering terjadi yaitu muncul error ibarat berikut:
Field "ssl certificate, ssl key" can not be blank.
Cara mengatasi duduk kasus tersebut dengan cara berikut:
Buka file konfigurasi berikut
/usr/local/vesta/data/users/---username---/web.conf
Cari kata  "LETSENCRYPT"

Kemudian kita rubah menjadi "no"
Simpan konfigurasi tersebut.
Kita konfigurasi ulang pada panel vestacp


Selesai

Semoga Bermanfaat.


Mengatasi Field Ssl Certificate, Ssl Key Can Not Be Blank.

Let’s Encrypt yakni Otoritas Sertifikasi yang gratis, terotomatisasi, dan terbuka. Produk ini  memakai protokol ACME (Automatic Certificate Management Environment ) untuk menunjukkan layanan free TLS/SSL certificates kepada klien yang sesuai. Sertifikat-sertifikat ini sanggup digunakan untuk meng-encrypt komunikasi antara server web dengan pengguna.

Penggunaan LEt's Encrypt terbatas hanya 3 bulan, dan sanggup diperpanjang terus menerus. Seperti pada tampilan dibawah ini:

Pada VestaCP kita sanggup memakai kemudahan gratis untuk SSL ini. SSL ini akan otomatis terupdate sehingga kita sanggup memakai terus menerus tanpa mengupdate secara manual. Fitur ini sangat memudahkan kita untuk pelengkap keamanan website.

VestaCP tidak akan berfungsi saat ada domain yang tidak aktif, hal ini terkadang akan berdampak ke domain yang lainnya.
Ketika kita menerima email ibarat diatas kita harus mengecek domain yang lainnya.
Masalah yang sering terjadi yaitu muncul error ibarat berikut:
Field "ssl certificate, ssl key" can not be blank.
Cara mengatasi duduk kasus tersebut dengan cara berikut:
Buka file konfigurasi berikut
/usr/local/vesta/data/users/---username---/web.conf
Cari kata  "LETSENCRYPT"

Kemudian kita rubah menjadi "no"
Simpan konfigurasi tersebut.
Kita konfigurasi ulang pada panel vestacp


Selesai

Semoga Bermanfaat.


Selasa, 01 Oktober 2019

Mengatasi Error Parsing Filters Unsupported Pada Ekstrak Rar Linux Ubuntu


Pada ketika memakai Linux ada beberapa file yang extensinya tidak terbaca secara otomatis. Diantaranya file kompres. beberapa file kompres yang otomatis diantaranya zip. Ketika kita memiliki file .rar dan kemdian akan menggunakannya terdakang beberapa distro linux belum include untuk sanggup membaca dan melaksanakan ekstrak file tersebut sehingga muncul error Parsing filters unsupported. 

Cara mengatasi problem tersebut lakukan installasi file untuk mendukung aplikasi .rar. Langkahnya sebagai berikut:

Masuk kedalam user root atau memakai sudo
$sudo apt-get update

Perintah diatas untuk update paket linux ubuntu, silahkan dinantikan hingga selesai.
Kemudian lakukan Upgrade paket dengan perintah
$sudo apt-get upgrade
Perintah tersebut untuk melaksanakan update paket-paket aplikasi yang berada dikomputer kita. Jika perlu lakukan juga upgrade lainnya dengan perintah:
$sudo apt-get dist-upgrade

Setelah upgrade paket sudah selesai lakukan pencucian paket-paket usang yang tidak dibutuhkan dengan perintah:
$sudo apt autoremove

Setelah seluruh proses awal telah dilakukan lalu install paket-paket rar sebagai berikut:
$sudo apt-get install unrar

Kemudian install paket berikut:
$sudo apt-get instal unar
kita sanggup melaksanakan salah satu dari unrar atau unar. Terakhir lakukan installasi paket berikut:
$sudo apt-get install file-roller
Selesai.


Semoga bermanfaat

Mengatasi Error Parsing Filters Unsupported Pada Ekstrak Rar Linux Ubuntu


Pada ketika memakai Linux ada beberapa file yang extensinya tidak terbaca secara otomatis. Diantaranya file kompres. beberapa file kompres yang otomatis diantaranya zip. Ketika kita memiliki file .rar dan kemdian akan menggunakannya terdakang beberapa distro linux belum include untuk sanggup membaca dan melaksanakan ekstrak file tersebut sehingga muncul error Parsing filters unsupported. 

Cara mengatasi problem tersebut lakukan installasi file untuk mendukung aplikasi .rar. Langkahnya sebagai berikut:

Masuk kedalam user root atau memakai sudo
$sudo apt-get update

Perintah diatas untuk update paket linux ubuntu, silahkan dinantikan hingga selesai.
Kemudian lakukan Upgrade paket dengan perintah
$sudo apt-get upgrade
Perintah tersebut untuk melaksanakan update paket-paket aplikasi yang berada dikomputer kita. Jika perlu lakukan juga upgrade lainnya dengan perintah:
$sudo apt-get dist-upgrade

Setelah upgrade paket sudah selesai lakukan pencucian paket-paket usang yang tidak dibutuhkan dengan perintah:
$sudo apt autoremove

Setelah seluruh proses awal telah dilakukan lalu install paket-paket rar sebagai berikut:
$sudo apt-get install unrar

Kemudian install paket berikut:
$sudo apt-get instal unar
kita sanggup melaksanakan salah satu dari unrar atau unar. Terakhir lakukan installasi paket berikut:
$sudo apt-get install file-roller
Selesai.


Semoga bermanfaat